Kursus Kitab Suci

Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi?
Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.

(Yoh 6:68)

Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu
maka aku menikmatinya.
Firman-Mu itu menjadi kesukaan hatiku.

(Yer 15:16)

Kursus diadakan setiap hari SELASA jam 18.00 tepat- 20.00 tepat
di Ruang Yerikho, Jalan Supratman 1, Bandung
Fasilitator: Sr. Emmanuel Gunanto, osu

22 Feb 2017

Pesta Takhta S. Petrus. 1Ptr. 5:1-4; Mat. 16:13-19. Gembala-kanlah kawanan domba Allah… dengan menjadi teladan bagi kawan-an domba itu. Tuhanlah sang Gembala Agung, dan kita diutus menjadi gembala-gembala kecil untuk merawat kawanan domba Allah. Entah sebagai guru, dokter, perawat, juru masak, pramusaji, pramugari, polisi, tukang kebun, kerja kantor, kita dipanggil menjadi gembala di bidang masing-masing, bukan orang upahan. Gembala melayani dengan cinta, memberi sentuhan kasih di mana-mana, penuh tang-gung jawab, berbuat lebih dari yang wajib. Dengan demikian ia men-jadi teladan bagi domba yang pada gilirannya juga menjadi gembala. Dunia kita yang sakit membutuhkan sentuhan kasih gembala.

21 Feb 2017

Selasa. Sir.2:1-11; Mrk. 9:30-37. Anakku, jika engkau mau mengabdi kepada Tuhan, bersiap-sedialah menghadapi pencobaan. Mengabdi kepada Tuhan artinya mengasihi sesama, mengampuni, memberi, mengalah, melayani dengan rendah hati, mau menjadi yang terakhir. Sikap seperti itu melawan arus dunia yang mencari menang, adu kekuatan untuk menjadi yang paling berkuasa, paling kaya, paling dihormati. Orang yang melawan arus dunia dimusuhi, digilas. Yang tidak ikut arus dunia menjadi bahan ejekan dan tertawaan. Pencobaan tidak hanya datang dari luar, tapi juga dari diri kita sendiri, dari nafsu dan egoisme kita. Kita tak mampu berjuang sendirian. Hanya dengan bantuan Tuhan kita mampu menghadapi dan mengatasinya.