Kursus Kitab Suci

Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi?
Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.

(Yoh 6:68)

Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu
maka aku menikmatinya.
Firman-Mu itu menjadi kesukaan hatiku.

(Yer 15:16)

Kursus diadakan setiap hari SELASA jam 18.00 tepat- 20.00 tepat
di Jl. Merdeka no 24, Bandung
Masuk dari Sekolah Santa Angela.
Fasilitator: Sr. Emmanuel Gunanto, OSU

31 Mar 2020

Bil. 21:4-9; Yoh. 8:21-30. Ia yang telah mengutus Aku, me-nyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Perlawanan terhadap Yesus semakin gencar. Para lawannya bermulut besar dan terus menentang Dia. Yesus mengajar di depan umum dan melakukan banyak tanda untuk menunjukkan Ia bukan dari dunia ini. Tetapi mereka tetap tidak mau percaya. Tidak ada yang membela Yesus. Ia seolah sendirian. Tapi Bapa beserta-Nya dan tak pernah meninggalkan Dia. Juga di saat paling gelap di salib ketika Yesus merasa seolah Bapa mening-galkan Dia, Ia tahu Bapa hadir, dan ke dalam tangan Bapa Ia menyerahkan nyawa-Nya. Bapa pun selalu ada bersamaku.

30 Mar 2020

Dan. 13:1-9,15-17,19-30,33-62 (panjang) atau Dan. 41c-62; Yoh. 8:1-11. Tidak adakah seorang yang menghukum engkau? Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah dan jangan berdosa lagi. Perempuan itu diseret ke depan Yesus karena kedapatan berzinah. Menurut hukum, ia harus dirajam. Bagaimana pendapat Yesus? “Yang tidak berdosa di antara kamu, silakan lemparkan batu yang pertama.” Tidak ada yang berkutik. Mereka pergi satu per satu, mulai dari yang tua. Tinggal Yesus dan perempuan itu. Yesus yang tidak berdosa berhak melemparkan batu pertama kepadanya. Tapi Ia tidak melaku-kannya. Sebab Ia datang bukan untuk menghukum, melainkan untuk menyelamatkan orang berdosa. Perempuan itu divonis bebas.