Kursus Kitab Suci

Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi?
Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.

(Yoh 6:68)

Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu
maka aku menikmatinya.
Firman-Mu itu menjadi kesukaan hatiku.

(Yer 15:16)

Kursus diadakan setiap hari SELASA jam 18.00 tepat- 20.00 tepat
di Jl. Merdeka no 24, Bandung
Masuk dari Sekolah Santa Angela.
Fasilitator: Sr. Emmanuel Gunanto, OSU

18 Nov 2018

Minggu Biasa XXXIII. Dan.12:1-3; Ibr.10:11-14,18; Mrk.13:24-32. Orang yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran akan bercahaya seperti bintang-bintang untuk selama-lamanya. Betapa sulitnya menemukan sebuah alamat di kota besar yang asing buat kita. Beda kalau kita ditemani seorang pemandu yang tahu jalan. Hidup kita adalah sebuah ziarah. Kita bukan anjing yang kalau mati, habis riwayatnya. Tujuan kita lebih jauh. Ada banyak penunjuk jalan: Alkitab dan buku-buku rohani. Ada juga pemandu-pemandu yang menunjukkan jalan kebenaran di tengah keruwetan dan hiruk pikuk dunia yang gelap ini. Mereka bagaikan bintang yang bersinar bukan dalam hidup ini saja, tapi selama-lamanya.

17 Nov 2018

Sabtu. Pw. S. Elisabet dari Hungaria. 3Yoh.5-8; Luk.18:1-8. Bertindak sebagai orang beriman dengan berbuat segala sesuatu untuk sau-dara-saudara, sekalipun mereka orang asing. Surat ketiga Yohanes ini ditujukan kepada Gayus. Penulis memuji dan bersyukur kepada Gayus karena ia telah menolong orang-orang kristen asing yang dalam perjalanan. Memang begitulah selayaknya sikap orang beriman: Melihat setiap orang sebagai saudara, baik yang seiman atau tidak, sebangsa atau sesuku atau bukan. Setiap orang diciptakan oleh Allah yang Esa menurut gambar dan rupa-Nya. Justru yang dianggap paling hina oleh dunia ini diaku Yesus sebagai saudara-Nya. Yang menerima dia, menerima Yesus sendiri.