Kursus Kitab Suci

Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi?
Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.

(Yoh 6:68)

Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu
maka aku menikmatinya.
Firman-Mu itu menjadi kesukaan hatiku.

(Yer 15:16)

Kursus diadakan setiap hari SELASA jam 18.00 tepat- 20.00 tepat
di Jl. Merdeka no 24, Bandung
Masuk dari Sekolah Santa Angela.
Fasilitator: Sr. Emmanuel Gunanto, OSU

23 Mar 2019

Mi. 7:14-15,18-20; Luk.15:1-3.11-32. Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke tubir-tubir laut. Itulah ungkapan tobat Israel yang dicatat oleh nabi Mikha. Seperti itulah yang dialami si bungsu dalam kisah Injil hari ini. Ia telah menghamburkan harta bapanya, tak pantas disebut anak bapa. Namun bapanya menerima dia dengan penuh belaskasih. Ia kembali menyayanginya sebagai anak, bukan sebagai orang upahan. Semua kesalahannya telah dihapuskan, nyata dari pesta besar yang diselenggarakan bapa untuk merayakan anak-nya yang pulang. Belaskasih Allah selalu lebih besar dari kedosaan kita. Apa yang menghalangi kita untuk percaya?

22 Mar 2019

Kej. 37:3-4,12-13a,17b-28; Mat. 21:33-43,45-46. Ketika mereka melihat bahwa Yusuf lebih dikasihi oleh ayah mereka, bencilah mereka kepadanya. Keluarga Yakub dengan dua istri dan dua belas anak memberi banyak pesan kepada kita. Pertama, repot kalau punya dua istri. Cukup satu. Kedua, jangan pilih kasih. Anak lain akan iri hati dan benci, dan bisa berakhir dengan pembunuhan. Bagaimana kalau kita kurang dikasihi? Bertanyalah mengapa dia lebih dikasihi. Mungkin dia rajin dan penurut, maka contohlah dia. Rasa irihati perlu segera ditangani karena cepat dan pasti membawa kepada kejahatan lain. Betapa pentingnya keluarga, dan betapa sulitnya membina keluarga yang baik. Hanya mungkin bila dilandaskan pada iman yang kuat.