Kursus Kitab Suci

Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi?
Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.

(Yoh 6:68)

Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu
maka aku menikmatinya.
Firman-Mu itu menjadi kesukaan hatiku.

(Yer 15:16)

Kursus diadakan setiap hari SELASA jam 18.00 tepat- 20.00 tepat
di Jl. Merdeka no 24, Bandung
Masuk dari Sekolah Santa Angela.
Fasilitator: Sr. Emmanuel Gunanto, OSU

23 Sep 2019

Pw S. Padre Pio dr Pietrelcina. Ezr.1:1-6; Luk. 8:16-18. Orang yang menyalakan pelita menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang melihat cahayanya. Kristus menyebut kita “terang du-nia”. Terang ada supaya dilihat, bukan untuk disembunyikan. Kita menjadi terang dengan memancarkan kasih dan perbuatan-perbuatan baik. Tentu tidak untuk pamer supaya mendapat pujian. Jauh dari itu. Orang yang rendah hati menyadari bahwa segala kebaikan yang ada padanya, adalah kehadiran Tuhan dalam dirinya yang memungkinkan itu. Maka segalanya perlu diarahkan demi kemuliaan Tuhan, supaya Ia lebih dikenal, dikasihi dan dilayani. Demikianlah kehidupan Padre Pio yang dengan segala kerendahan hatinya menjadi saksi iman.

22 Sep 2019

Minggu Biasa XXV. Am. 8:4-7; 1Tim. 2:1-8; Luk.16:1-13. Hai kamu yang menginjak-injak orang miskin … Di zaman itu Kerajaan Israel kaya dan makmur. Tapi kekayaan ada di tangan sedikit orang, se-dangkan orang miskin bertambah banyak. Amos adalah nabi keadilan sosial. Ia menampilkan Allah yang membela hak orang miskin. Di mana saja ada orang miskin dan orang kaya. Di sini ada yang mati kelaparan; di sana ada yang mati kekenyangan. Seandainya yang kaya berbagi dengan yang miskin, keduanya hidup sejahtera. Tuhan memberi persediaan cukup untuk semua orang. Yang jadi soal ialah pembagian yang tidak merata. Baiklah kita usahakan agar setiap orang mendapat hak atas kehidupan: sandang, pangan, pendidikan.