Kursus Kitab Suci

Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi?
Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.

(Yoh 6:68)

Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu
maka aku menikmatinya.
Firman-Mu itu menjadi kesukaan hatiku.

(Yer 15:16)

Kursus diadakan setiap hari SELASA jam 18.00 tepat- 20.00 tepat
di Ruang Yerikho, Jalan Supratman 1, Bandung
Fasilitator: Sr. Emmanuel Gunanto, osu

Advertisements

24 Jan 2018

Pw S. Fransiskus dr Sales. 2Sam. 7:4-17; Mrk. 4:1-20. Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami? Selama mengembara di padang gurun, Tabut Perjanjian tanda kehadiran Allah dibawa dalam kemah. Sekarang Daud sudah menetap di rumahnya dari kayu aras, padahal Allah diam di bawah tenda. Daud menyampaikan niatnya kepada nabi Natan untuk membuat sebuah Rumah Tuhan. Tuhan Pencipta langit dan bumi tidak membutuhkan rumah. Kitalah yang membutuhkan Rumah Allah, tempat yang sakral untuk bersama umat merayakan iman kita, memuji dan memuliakan Tuhan, bersyukur dan mohon ampun pada-Nya. Mari kita menjaga sifat sakral Rumah Allah dengan sikap hormat dan berpakaian sopan.   

23 Jan 2018

2Sam. 6:12b-15,17-19; Mrk. 3:31-35. Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudaraku laki-laki, dialah saudaraku perempuan, dialah ibuku. Yesus sedang mengajar di ruangan yang penuh sesak. Ibu dan saudara-saudaranya ada di luar ingin bertemu dengan Yesus. Sangat mudah untuk berkata: “Minggir. …minggir… biar mereka lewat!” Atau: “Biar Aku lewat.” Tapi tidak. Yesus malah bertanya: “Siapa ibu-Ku, siapa saudara-saudara-Ku?” Ia tidak meremehkan keluarganya. Tapi Ia mendirikan keluarga baru, tidak berdasarkan ikatan darah, melainkan keluarga anak-anak Allah yang melakukan kehendak-Nya. Maria punya tempat khusus. Dia ibu Yesus terutama karena ia sebagai hamba melakukan kehendak Allah.