Monthly Archives: February 2015

28 Feb 2015

Ul 26:16-19; Mat 5:43-48. Engkau akan menjadi umat kesayangan Tuhan Allahmu jika engkau berpegang pada perintah-Nya. Hari ini kita mendengar perintah ini: “Kasihilah musuh-musuhmu, dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Apa itu mungkin? Kita spontan mengasihi kawan dan membenci lawan. Hati kita yang jahatlah yang membedakan ini kawan, dan itu lawan. Sesungguhnya setiap orang mempunyai dua segi. Segi yang satu adalah yang terluka, marah dan berontak. Segi yang lain adalah yang berharap akan kebaikan, yang mau tumbuh dan berpotensi menjadi kudus. Yesus selalu jeli melihat segi yang baik itu. Maka orang seperti Zakheus bisa berubah dari “pendosa” menjadi sahabat Allah seperti Abraham bapak leluhurnya. Ia menjadi sahabat orang miskin dan tertindas. Kita bisa belajar dari Yesus, maka tidak sulit untuk mengasihi semua orang, juga mereka yang memusuhi kita.

Advertisements

27 Feb 2015

Yeh 18:21-28; Mat 5:20-26. Jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya, ia pasti hidup. Allah adalah Allah pengampun, bukan pendendam. Maka Yesus sangat menekankan hubungan kasih di antara kita. Mengasihi sesama berarti memelihara hidupnya, menjadikannya lebih utuh dan indah. Bila ada kasih, terciptalah hubungan penuh damai. Tak ada curiga, kata-kata keras yang menyakiti dan menghina. Tak ada benci yang bisa tumbuh menjadi saling membunuh. Hubungan damai itu dinilai Allah lebih daripada persembahan kepada-Nya. Pemberian kita baru berkenan kepada Allah bila kita berdamai dahulu dengan sesama.