Monthly Archives: February 2017

28 Feb 2017

Selasa. Sir. 35:1-12; Mrk 10:28-31. Berikanlah kepada Yang Maha-tinggi sesuai dengan apa yang diberikan-Nya kepadamu, dengan murah hati, seturut penghasilanmu. Mengapa harus memberi kepada Tuhan Yang Mahatinggi? Bukankah segalanya adalah  milik-Nya? Kita memberi pertama-tama sebagai tanda syukur. Bukankah segala yang kita punya atau terima adalah pemberian Tuhan juga? Memang Tuhan tidak membutuhkan apa-apa dari kita. Yang kita berikan adalah untuk keperluan ibadat dan untuk orang miskin. Kita akan mengalami bahwa semakin kita bermurah hati, semakin kita akan menerima kemurahan hati Allah lewat sesama. Si janda miskin di Bait Allah hanya memberi sepeser, tapi itu besar di mata Tuhan, karena ia memberi dari keku-rangannya, segala yang ia miliki. Dan pasti Tuhan tak akan membiar-kan janda itu mati kelaparan.

Advertisements

27 Feb 2017

Senin. Sir. 17:24-29; Mrk 10:17-27. Bagi orang yang menyesal Tuhan membuka jalan kembali. Ingat perumpamaan anak yang hilang. Ketika ia kelaparan di negeri orang, ia menyesal dan memutuskan untuk pulang. Biar dia menjadi orang upahan bapanya, pokoknya tidak kela-paran. Tapi dugaannya meleset. Ketika ia masih jauh, bapanya berlari menemui dia, memeluk dan menciumnya dengan mesra. Si bungsu tidak ditanyai atau dimarahi. Bapa tahu kepedihan hatinya. Malah ia diberi sepatu, baju terbaik, dan cincin, lalu dipestakan. Si bungsu terpukau mengalami kasih bapa yang tak bersyarat. Bapa telah membuka cakrawala baru baginya, hidup baru sebagai anak dalam pelukan kasih bapa.