Monthly Archives: February 2010

28 Feb 2010

Minggu Prapaskah II. Kej 15:5-12, 17-18; Flp 3:17-4:1; Luk 9:28b-36. Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilau. Para penginjil tidak pernah menggambarkan bagaimana wajah Yesus. Mungkin karena Ia begitu biasa dan sederhana, tidak nyentrik atau menyolok. Maka para seniman dari segala bangsa dan zaman melukiskan Dia menurut selera masing-masing. Waktu itu Yesus membawa tiga murid-Nya naik gunung untuk berdoa. Saat berdoa itulah wajah-Nya berubah, dan lebih lanjut dikatakan bahwa Ia tampak dalam kemuliaan-Nya. Selain Yesus nampak Musa dan Elia, juga dalam kemuliaan. Peristiwa itu merupakan pengalaman rohani yang menguatkan bagi ketiga murid itu, terlebih di saat iman mereka dicobai. Terus terngiang pesan singkat Bapa dari surga, “Inilah Putra-Ku yang Kupilih. Dengarkanlah Dia.” Dalam mengarungi laut kehidupan ini Yesuslah pedoman yang pasti, dan Dia juga pelabuhan yang aman.

Advertisements

27 Feb 2010

Sabtu.Ul 26:16-19; Mat 5:43-48. Kasihilah musuh-musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Dengan demikian kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga… Tiada yang lebih diinginkan Allah Bapa kita daripada melihat kita sebagai anak-anak-Nya yang saling mengasihi dan umat-Nya yang kudus. Setiap orang adalah ciptaan-Nya, dan dipanggil menjadi anak-Nya yang terkasih. Jadi tidak ada orang yang pantas dibenci, betapa pun jahatnya dia dan menyakitkan. Mengasihi tidak berarti merasa sayang seperti ibu sayang pada suami atau anak. Mengasihi berarti mengusahakan yang baik baginya. Beri minum kalau ia haus, makan kalau ia lapar, ampuni kesalahannya, mohonkan berkat baginya. Kebaikan yang kita berikan akan kembali juga kepada kita.