Monthly Archives: January 2016

31 Jan 2016

Minggu Biasa IV. Yer 1:4-5,17-19; Luk 4:21-30. Sebelum Aku mem-bentuk engkau dalam rahum ibumu, Aku telah mengenal engkau. Hidup mati ada di tangan Allah Pencipta. Kita tak mampu memberi nyawa dan tidak berhak mencabut nyawa orang. Tak ada yang lahir ‘kebetulan’ atau hasil ‘kecelakaan’. Alangkah gegabah manusia yang membunuh dengan semena-mena, termasuk manusia yang belum lahir. Mereka sudah dikenal dan dikasihi Allah. Di dalam mereka ada kemungkinan menjadi manusia utuh gambaran Penciptanya. Dalam tahun Yubileum Agung Kerahiman ini semoga hati kita terbuka untuk mengasihi dan merawat bumi kita yang merana, serta sesama manusia yang sakit, sengsara dan terbuang.

Advertisements

30 Jan 2016

2 Sam 12:1-7a,11-17; Mrk 4:35-41. Engkaulah orang itu! Daud telah berbuat dosa. Sangkanya tak ada yang tahu, sebab dengan amat cerdik ia menutupi perbuatannya. Tapi Tuhan tahu dan mene-gurnya lewat nabi Natan. Dosa Daud dikemasnya dalam sebuah cerita yang menimbulkan rasa keadilan Daud. Ia menjatuhkan hukuman atas tokoh dalam cerita Natan, padahal ia sendiri orangnya. Di sini nampak keluhuran hati Daud. Ia tidak membenarkan diri, tapi dengan rendah hati mengakui dosanya. Sikap itu membuka pintu kerahiman Allah. Ia diampuni, tapi akibat dosa tetap harus ia tanggung. Dosa selalu berakibat buruk bagi si pendosa dan keluarganya. Maka Yesus pun mengajar kita berdoa: “Bebaskanlah kami dari yang jahat.”