Monthly Archives: August 2015

31 Agustus 2015

1Tes 4:13-17a; Luk 4:16-30. … semua orang yang telah meninggal dunia dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama dengan Yesus. Itulah yang kita imani, kita yang percaya bahwa Kristus sudah bangkit. Ia bangkit bukan untuk diri sendiri, melainkan sebagai yang sulung di antara kita yang ditebus oleh-Nya. Betapa hidup kita menjadi berarti, penuh harapan. Kita tidak mati seperti binatang. Kita mau menderita demi kebenaran dan berjuang demi Kerajaan Allah karena percaya akan hidup kekal. Seandainya Kristus tidak bangkit mengalahkan maut, kita ini orang-orang yang patut dikasihani. Tapi syukurlah, berkat kebangkitan, kita menjadi orang yang penuh harapan dan mampu membagi harapan itu.

Advertisements

30 Agustus 2015

Minggu Biasa XXII. Ul 4:1-2.6-8; Yak 1:17-18.21b-22.27; Mat 7:1-8.14-15.21-23. Bangsa manakah mempunyai allah yang begitu dekat kepadanya seperti Tuhan Allah kita setiap kali kita berseru kepada-Nya? Kita sering bersyukur kepada Allah untuk anugerah-anugerah yang kita terima: kesembuhan, keberuntungan, luput dari bahaya, lulus ujian, dll. Mungkin tak pernah terpikir untuk bersyukur atas Allah sendiri. Bahwa Ia begitu dekat dengan kita, mendengar rintihan kita yang paling halus. Tiada yang lebih diinginkan Tuhan selain hubungan yang akrab mesra, hati kita berpaut dengan hati-Nya. Janganlah kita menjadi umat yang memuliakan Allah hanya dengan bibir, padahal hati kita jauh daripada-Nya.