Monthly Archives: January 2020

31 Jan 2020

Pw S. Yohanes Bosko. 2Sam.11:1-4a,5-10a,13-17; Mrk. 4:26-34. Daud sendiri tinggal di Yerusalem. Waktu petang ia bangun dari tempat pembaringannya dan berjalan-jalan di atas sotoh istana. Daud sendirian di rumah. Ia sempat tidur siang, jalan-jalan di sotoh. Santai. Matanya melihat; hatinya menginginkan, mulutnya memerintahkan. Masuklah ia ke dalam perangkap setan. Sang raja perkasa yang kuat imannya dan besar kasihnya, berzinah dengan istri bawahannya. Tiap hari kita berdoa: “Jangan masukkan kami ke dalam pencobaan”, terje-mahan lebih tepat: “Jangan biarkan kami jatuh dalam pencobaan.” Perlu waspada, godaan ada di mana-mana. Terlebih waktu kita san-tai-santai saja. Isi waktu dengan doa, dengan hidup di hadirat Tuhan.

30 Jan 2020

2Sam. 7:18-19,24-29; Mrk. 4:21-25.Siapakah aku ini, ya Tuhan Allah, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawaku sam-pai sedemikian ini? Setelah mendengar janji-janji Tuhan yang indah melalui nabi Natan, Daud masuk ke kamarnya dan memanjatkan doa syukur. Doa syukur itu didasarkan atas kerendahan hati yang dalam. Daud tidak habis mengerti siapakah dia dan keluarganya sehingga Tuhan melimpahkan anugerah yang begitu besar kepadanya. Kita selalu mempunyai alasan untuk bersyukur. Kunci untuk bersyukur adalah kerendahan hati. Di hadapan Allah kita selalu menjadi peneri-ma. Suatu kebiasaan bagus untuk sebelum tidur menyebutkan tiga hal yang saya syukuri hari ini dan bersyukur kepada Tuhan untuk itu.