Monthly Archives: March 2019

31 Mar 2019

Minggu Prapaskah IV. Yos. 5:9a,10-12; 2Kor. 5:17-21, Luk. 15:1-3,11-32. Berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Orang yang hidup dalam dosa jelas tidak punya relasi yang baik dengan Allah. Berdamai dengan Allah berarti memulihkan relasi sebagai anak Allah, menjadi sehati dan sepikir dengan Dia. Si bungsu dalam Injil berdamai dengan bapanya. Bapa menerima dan memulihkan statusnya sebagai anak, dan anak menerima dirinya diampuni dengan berlaku pantas sebagai anak bapanya. Si sulung pun perlu bertobat. Ia dekat di mata tapi jauh di hati. Ia perlu berdamai dengan bapanya dengan mengampuni adiknya dan ikut bersukacita atas pertobatannya. Maka dia pun akan menjadi sehati dan sejiwa dengan bapanya.

30 Mar 2019

Hos. 6:1-6; Luk 18:9-14. Aku menyukai kasih setia dan pengenalan akan Allah daripada kurban-kurban bakaran. Orang membawa kurban untuk bersyukur, memberi silih atau memohon sesuatu. Allah tidak memerlukan kurban; Ia Roh murni. Yang Ia inginkan dari kita adalah relasi. Dia menaruh kasih setia pada kita dan mengenal kita sedalam-dalamnya. Ia ingin kita pun menaruh kasih setia pada-Nya serta berusaha mengenal dan mengasihi Dia semampu kita. ‘Tidak kenal, tidak sayang’, juga berlaku untuk relasi kita dengan Tuhan. Tidak cukup berdoa dan menyapa Tuhan pada waktu-waktu tertentu. Allah ingin kita menjadi sahabat-Nya dengan menemukan kehadiran-Nya dalam setiap peristiwa sepanjang hari.