Monthly Archives: July 2014

31 Jul 2014

Kamis. St. Ignasius dr Loyola.Yer 18:1-6; Mat 13:47-53. Seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku. Perumpamaan tukang periuk menunjukkan bahwa Allah adalah penguasa atas hidup kita. Namun manusia diberi kehendak bebas. Tuhan tidak mempunyai rencana pasti yang tak bisa diubah mengenai kita, sehingga kita pasrah saja karena ‘nasib’ atau ‘takdir’. Tuhan mempunyai rencana indah dengan kita masing-masing. Apakah rencana indah Tuhan itu terwujud, tergantung dari jawaban YA kita pada Tuhan. Bukan hanya YA di bibir, tapi juga di hati sebagai tekad yang bulat, dan dalam tangan dan kaki untuk dilaksanakan.

Advertisements

30 Jul 2014

Rabu. Yer 15:10,16-21; Mat 13:44-46. Firman-Mu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku. Yeremia mengucapkan itu di saat ia mengalami penderitaan batin yang hebat, yang membuat ia nyaris putus asa. Tak ada kegelapan yang terlalu gelap untuk ditembus oleh firman Tuhan yang memberi sukacita dan harapan baru. Firman Allah itu lebih berharga dari mutiara indah mana pun di dunia. Pedagang mutiara itu menjual segala miliknya untuk bisa membeli mutiara indah itu. Lalu apa yang mau kita kurbankan untuk bisa memiliki sabda kehidupan? Huruf-hurufnya tertera dalam buku yang sudah kita miliki. Apakah menjadi untaian kata dan kalimat penuh makna, tergantung dari apa yang kita cari di dalamnya.