Monthly Archives: March 2009

31 Mar 2009

Selasa. Bil 21:4-9; Yoh 8:21-30. Berdoalah kepada Tuhan supaya dijauhkannya ular-ular itu daripada kami. Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. Ketika masih dalam perjalanan dari Mesir menuju tanah yang dijanjikan, umat bersungut-sungut lagi terhadap Tuhan dan Musa. Sebagai hukuman mereka dipagut ular. Sadar akan dosa mereka, mereka berseru kepada Musa, dan atas perintah Tuhan, Musa membuat ular perunggu. Yang memandang ular perunggu itu disembuhkan. Cerita itu merupakan pralambang dari Yesus. Barangsiapa memandang Yesus di salib dengan penuh iman, diselamatkan. Melihat salib berarti mengandalkan Yesus yang menyelamatkan kita dengan wafat-Nya di salib, dan rela ikut Yesus sambil memanggul salib kita.

Advertisements

30 Mar 2009

Senin. Dan 13:1-9.15-17.19-30.33-62 (Dan 13:41c-62); Yoh 8:1-11. Mereka memuji Allah yang menyelamatkan siapa saja yang berharap kepada-Nya. Susana jatuh dalam perangkap dua hakim yang bejat. Ia sungguh terjepit. Sepertinya tidak ada jalan keluar baginya. Ia menghadapi hukuman mati tanpa pembelaan. Senjatanya hanya doa didasarkan pada harapan dan iman yang kuat pada yang Mahatahu dan Mahakuasa. Dan harapannya tidak sia-sia. Tuhan mengirim bantuan pada waktunya dalam tokoh seorang Daniel. Perempuan dalam kisah Injil tertangkap basah. Ia pun terancam hukuman mati. Di sini ada ketidak adilan. Perempuan itu sendirian. Mana mungkin ia berzinah seorang diri? Ia dilempar ke depan Yesus, hakim tertinggi yang mahatahu dan mahaadil. Kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah dan jangan berdosa lagi mulai dari sekarang….” Yesus tidak menjatuhkan, melainkan mengangkat perempuan itu dari lumpur dosa dan membaharui hidupnya.