Category Archives: Sabda Tuhan dalam hidup sehari-hari

21 Agt 2019

Pw S. Pius X, Paus. Hak. 9:6-15; Mat. 20:1-16a. Iri hatikah engkau karena aku murah hati? Tuan itu memberi upah yang sama kepada orang yang bekerja sejak pagi dan mereka yang baru mulai kerja jam lima sore. “Tidak adil,” kata mereka. Padahal kelompok pertama itu diberi upah sebanyak yang disepakati. Bahwa upah yang sama diberi kepada yang terakhir, itulah kemurahan hati tuan itu. Kadang kita pun mengomel: “Aku bekerja lebih lama di ladang Tuhan. Dia yang baru datang, diberi kedudukan yang lebih baik, lebih beruntung dariku. Tuhan tidak adil!” Kunci ketidak puasan ialah membanding-bandingkan. Baiklah kita bersyukur untuk apa yang diberi kepada kita dan bersyukur juga atas keberuntungan orang lain.

20 Agt 2019

Pw S. Bernardus. Hak. 6:11-24a; Mat.19:23-30. Sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. Mengapa sukar? Bukankah kekayaan itu anugerah Tuhan? Abraham dan Yakub berkenan kepada Tuhan, maka kekayaan mereka bertambah-tambah. Setelah Ayub selesai diuji, kekayaannya dipulihkan. Kekayaan adalah anugerah Tuhan, tapi bukan untuk kepentingan sendiri, melainkan untuk berbuat baik selama hidup ini. Dengan demikian harta duniawi menjadi modal untuk mendapat harta di surga. Kalau tidak, kekayaan itu sendiri menjadi jerat, membuat orang menjadi kikir dan egois, haus harta, hanya hidup untuk mencari nikmat. Kekayaan  membuat orang lupa Tuhan, sehingga tak ada kasih atau belas kasih bagi sesama.