Monthly Archives: January 2010

31 Jan 2010

Minggu Biasa IV. Yer 1:4-5.17-19; 1Kor 12:31 – 13:13; Luk 4:21-30. “Bukankah Ia ini anak Yusuf?” Pertama mereka heran dan takjub mendengar ajaran Yesus dan menyaksikan tanda-tanda ajaib yang dibuat-Nya. Tetapi saat mereka menyadari asal-usul Yesus, mereka mulai mencemooh-Nya. Bukankah Dia orang biasa dari kalangan kita? Benar, tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Di zaman kita sama saja seperti di zaman Yesus. Bukankah kita datang berbondong-bondong kalau ada orang asing atau dari kota lain memberi seminar? Kalau diberikan oleh orang kita, ada saja yang mencibir: Ah, bisa apa dia! Bisakah kita menghargai pendapat orang muda atau anak kita sendiri? Siapa tahu Roh Kuduslah yang berbicara lewat mereka….

Advertisements

30 Jan 2010

Sabtu. 2Sam 12:1-7a,11-17; Mrk 4:35-41. Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya? Begitulah Yesus menegur murid-murid-Nya yang berteriak dalam putus asa karena merasa akan binasa ditelan ombak yang mengamuk. “Guru, Engkau tidak peduli?” Tentu saja Ia peduli. Murid-murid yang bodoh … mana mungkin mereka binasa kalau Tuhan ada di tenga-tengah mereka dan bersama mereka? Teriakan murid-murid juga teriakan kita di zaman ini. Kita seperti berada dalam perahu kecil diombang-ambing angin topan, tsunami, gempa, banjir saat kita diejek, difitnah, dimusuhi, mengalami masalah bertubi-tubi dan penderitaan yang tak tertahankan. “Tuhan, Engkau tak peduli?” Ia peduli. Tangan-Nya sudah terulur. Kita tinggal menyambutnya.