Tag Archives: Takut

11 Des 2014

Kamis. Yes 41:13-20; Mat 11:11-15. Aku ini Tuhan Allahmu. Aku memegang tangan kananmu. Jangan takut. Akulah yang menolong engkau. Hidup ini tidak gampang. Untuk hidup baik perlu lewat pintu yang sempit. Jalannya terjal, sering gelap. Bahaya mengincar di mana-mana, godaan banyak. Tidak banyak orang yang menempuh jalan itu karena memang menakutkan. Yohanes Pembaptis memilih jalan itu dan mati sebagai korban Herodes yang bengis. Kita juga dipanggil menempuh jalan itu. Tapi kita tidak sendirian. Tuhan Allah berjalan bersama kita, memegang tangan kita dan memberi kepastian: “Jangan takut!”

5 Jan 2011

Rabu. 1Yoh 4:11-18; Mrk 6:45-52. Aku ini. Jangan takut. Ketakutan adalah bagian dari hidup kita. Ada takut yang baik, misalnya “takut” akan Tuhan, yang sebenarnya berarti taqwa, hormat dan kasih yang amat mendalam, sehingga saya tak mau berbuat apa pun yang menghina Tuhan. Biar tak seorang pun tahu, Tuhan tahu, maka aku tak mau korupsi. Rasa takut juga membuat kita berhati-hati, misalnya waktu menyeberang di jembatan yang terdiri dari dua bambu saja. Selain itu ada rasa takut yang melumpuhkan. Itulah yang dimaksud Yesus dengan “jangan takut”. Takut bayangan, takut gelap, takut mengatakan atau membela kebenaran, takut tampil beda, kalau memang yang beda itu yang benar dan baik. Tidak perlu takut, sebab Tuhan ada di pihak orang yang tulus dan benar.