Tag Archives: renungan

27 Jan 2011

Kamis. Ibr 10:19-25; Mrk 4:21-25. Orang membawa pelita supaya ditaruh di atas kaki dian. Kita memiliki kabar baik kebenaran, damai sejahtera, kasih dan keadilan. Kabar itu perlu disiarkan, seperti lampu yang ditaruh di kaki dian dan menerangi seluruh rumah. Sering kita diam saja. Kita tidak berani bersuara kalau orang menyebarkan kabar bohong, firnah yang memecah belah. Kita tidak berani bertindak kalau orang miskin diperlakukan dengan curang, dan orang kecil ditindas. Kita takut membiarkan cahaya bersinar dalam kegelapan. Sekaranglah waktunya. Dunia menanti pembebasan dari kegelapan dan hanya terang dapat mengusir kegelapan itu.

Advertisements

11 Nov 2009

Jumat. Yes 48:17-19; Mat 11:16-19. Yohanes datang, mereka katakan: Ia kerasukan setan. Allah menjadikan segalanya baik, tapi orang yang jahat hatinya melihat kejahatan di mana-mana. Bahkan Yohanes dan Yesus tidak luput dari penilaian buruk mereka. Padahal Tuhan datang untuk mengajar kita tentang apa yang memberi faedah. Ia memberi kita perintah-perintah-Nya dan menuntun kita di jalan yang harus kita tempuh supaya kita damai sejahtera dan bahagia. Tidak tanggung-tanggung: Damai sejahtera itu digambarkan sebagai sungai yang tak pernah kering, dan kebahagiaan kita sebagai gelombang laut yang tak pernah berhenti. Ya, kapan kita mau berhenti mendengarkan guru dan nabi palsu dan duduk diam untuk berguru pada Tuhan kita?