Tag Archives: liturgi

28 Feb 2011

Senin. Sir 17:24-29; Mrk 10:17-27. Juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah kepada orang miskin. Maka engkau akan beroleh harta di surga. Dalam keadaan yang serba tidak pasti dan masa depan suram, orang berusaha menjamin masa tuanya dan masa depan anak-anak. Ada banyak perusahaan asuransi yang menawarkan jasa. Semboyannya: “Menabung sekarang untuk masa depan yang bahagia.” Hari tua terjamin dengan pensiun. Kalau mati, peti mati dan penguburan terjamin, dan ahli waris diberi santunan. Tapi semua asuransi, juga yang namanya “Asuransi Jiwa” hanya mampu memberi santunan kepada orang hidup. Saat kita mati, semua yang kita miliki di dunia harus kita tinggalkan. Bagaimana kita akan menghadap Tuhan? Adakah yang bisa kita bawa? Ada, yaitu amal bakti kita. Bukan apa yang kita simpan bagi diri sendiri dan anak-anak kita, tapi justru apa yang kita amalkan kepada orang miskin, itulah yang menjadi harta kita kelak. Jadi baiklah kita menabung bukan hanya untuk hari tua, tetapi juga untuk “sesudah hari tua”, yaitu hidup kita di akhirat.

27 Jan 2011

Kamis. Ibr 10:19-25; Mrk 4:21-25. Orang membawa pelita supaya ditaruh di atas kaki dian. Kita memiliki kabar baik kebenaran, damai sejahtera, kasih dan keadilan. Kabar itu perlu disiarkan, seperti lampu yang ditaruh di kaki dian dan menerangi seluruh rumah. Sering kita diam saja. Kita tidak berani bersuara kalau orang menyebarkan kabar bohong, firnah yang memecah belah. Kita tidak berani bertindak kalau orang miskin diperlakukan dengan curang, dan orang kecil ditindas. Kita takut membiarkan cahaya bersinar dalam kegelapan. Sekaranglah waktunya. Dunia menanti pembebasan dari kegelapan dan hanya terang dapat mengusir kegelapan itu.