Tag Archives: ladang

28 Jul 2010

Rabu. Yer 15:10,16-21; Mat 13:44-46. Karena sukacitanya, pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Dulu belum ada bank di mana orang bisa menyimpan barang atau surat berharga. Cara menyimpan yang aman ialah dengan memendamnya di dalam tanah. Tapi boleh jadi pemiliknya mati sebelum bisa memberitahu ahli warisnya. Beruntunglah orang yang menemukan harta itu, yang begitu berharga, sehingga untuk memilikinya ia menjual segala miliknya. Itulah gambaran Kerajaan Allah. Untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah, orang rela mengurbankan apa saja. Tapi di situ juga ada sukacita, ada daya. Kerajaan Allah menggerakkan orang untuk mau bertindak, mau mengikuti Yesus, sebab Dialah sumber sukacita abadi.

23 Jul 2010

Jumat. Yer 3:14-17; Mat 13:18-23. Mereka yang mendengar dan mengerti, berbuah seratus kali lipat … Kerajaan Allah dilukiskan Yesus dengan amat sederhana, dengan gambaran-gambaran yang langsung ditangkap oleh orang-orang yang akrab dengan dunia pertanian. Biji harus melalui proses yang lama untuk bisa berbuah. Kalau jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dan menjadi makin besar, berbunga lalu berbuah banyak. Seperti itulah terjadi dengan firman yang kita dengar. Bila hati kita seperti ladang yang subur, firman akan tumbuh dan menghasilkan banyak buah. Tapi ladang hati pun perlu dipupuk supaya subur. Pupuknya adalah doa, mati raga dan perbuatan-perbuatan kasih.