Tag Archives: Elia

12 Des 2009

Sabtu. Sir 48:1-4.9-11; Mat 17:10-13. Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Sirakh menggambarkan Elia sebagai api; perkataannya seperti obor yang membakar, penuh ancaman tentang masa depan. Maksudnya tiada lain supaya bangsa yang keras hati itu bertobat, dan murka Allah jangan meletus atas mereka. Yohanes, Elia baru, tidak kalah semangatnya. Dengan terus terang dikecamnya orang-orang yang berbuat jahat dan bersikap munafik. Bahkan raja Herodes ditegurnya dengan terang-terangan. Kita sudah tahu bagaimana orang-orang seperti Elia dan Yohanes diperlakukan oleh para penguasa. Mereka harus dibungkam. Maka Elia dikejar untuk dibunuh, Yohanes dipenjarakan lalu dipenggal kepalanya dan Munir diracuni.

Advertisements

10 Des 2009

Kamis. Yes 41:13-20; Mat 11:11-15. Dialah Elia yang akan datang itu. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar. Yohanes Pembaptis diutus sebagai Elia baru, tapi para pemimpin agama Yahudi menolaknya. Mereka punya telinga tapi tidak mendengar. Kita di abad ke-21 ini tidak banyak berbeda dari mereka. Bencana demi bencana dan kerusuhan demi kerusuhan kita alami, tapi hidup berjalan terus. Tuhan mengutus nabi-nabi yang menyerukan keadilan dan damai, penghijauan, pelestarian alam, pengurangan polusi. Tapi kita tetap tidak peduli. Kita terus saja merusak alam dengan mencemarkan tanah, air dan udara. Tuhan membuat mata air dan sungai memancar. Tapi kita mengeringkan semua sumber air dengan keserakahan kita dalam mengelola alam. Patutkah kita menyalahkan Tuhan karena semua bencana yang kita alami?