Tag Archives: amal

8 Nov 2009

Minggu Biasa XXXII. 1Raj 17:10-16; Ibr 9:24-28; Mrk 12:38-44 (12:41-44). Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itu pun tidak akan berkurang sampai pada waktu Tuhan memberi hujan ke atas muka bumi. Bacaan-bacaan hari ini menampilkan dua janda: Janda di Sarfat dan janda di Bait Allah. Keduanya miskin. Janda dari Sarfat hanya mempunyai sedikit roti untuk makanan terakhir sebelum maut menjemputnya. Yang lain hanya memiliki uang dua peser. Keduanya memberikan sedikit yang mereka punya kepada orang lain. Keduanya tidak luput dari pandangan Tuhan yang dengan penuh kasih memelihara hidup mereka. Berbuat amal itu mulia. Untuk memberi kita tidak perlu kaya dan berkelimpahan. Dua peser dihargai lebih dari puluhan ribu, karena diberi dengan iman pada penyelenggaraan Tuhan.

18 Sep 2009

Jumat. 1Tim 6:2c-12; Luk 8:1-3. Kita tidak membawa apa-apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Itu sebuah kenyataan yang tak bisa disangkal, tapi sering dilupakan. Maka tidak sedikit orang yang punya hobby mengumpulkan harta kekayaan atau barang apa saja. Menyadari bahwa tidak ada apa-apa yang bisa dibawa mati selain amal kebajikan, membuat orang murah hati. Lihat perempuan-perempuan yang melayani rombongan Yesus dengan kekayaan mereka. Kekayaan yang diperoleh dengan halal bisa menjadi berkat, tapi bisa juga menjadi kutukan. Itu tergantung untuk apa kekayaan itu dipakai. Berbahagialah orang seperti Nenek Ika: saat mati, ia tidak mempunyai apa pun keduali pakaian di badan. Semua sudah ia amalkan.