16 Jan 2021

Sabtu. Ibr. 4:12-16; Mrk. 2:13-17. Mengapa Gurumu makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa? Orangtua kita sering berkata: “Jangan kumpul sama anak nakal. Nanti jadi nakal!” Yesus biasa bergaul dengan orang berdosa dan pemungut cukai, serta menyentuh orang kusta, tanpa takut ketularan. Bahkan ia makan bersama orang-orang yang dianggap tidak layak oleh para imam kepala dan orang Farisi. Makan bersama adalah tanda solidaritas dan persa-habatan. Apa yang terjadi bila Yesus bergaul dengan mereka? Orang kusta ditahirkan; orang berdosa dan pemungut cukai bertobat. Apakah kita hanya mau mewartakan Injil kepada orang-orang baik saja? Menerima murid-murid baik dan pandai saja di sekolah-sekolah kita?

Comments are closed.