14 Mar 2020

Mi.7:14-15,18-20; Luk.15:1-3,11-32. Maka marahlah anak sulung itu dan tidak mau masuk. Mengapa si sulung marah? Baginya yang berlaku hanya keadilan yang kaku. Dia kerja keras setiap hari. Tapi belum pernah ia diberi seekor kambing pun untuk berpesta dengan kawan-kawannya. Sedangkan si bungsu telah memboroskan harta bapanya. Ketika dia pulang dalam keadaan hina, ia malah dipestakan dengan lembu yang digemukkan. Si sulung tidak sehati dengan bapanya. Ia tidak memiliki kasih yang mengampuni, kasih yang bersukacita atas pertobatan orang berdosa, kasih yang murah hati yang menyambut kepulangan si pendosa dengan pesta besar. Apakah kita sudah sehati dengan Bapa di surga?

Comments are closed.