9 Agt 2019

Ul. 4:32-40; Mat.16:24-28. Barangsiapa mau mengikut Aku, harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Kita cenderung mengikuti kemauan sendiri dan memilih yang enak dan ringan ketimbang memikul beban yang berat. Misalnya, ingin melahap makanan yang enak ini. Menyangkal diri berarti menolak: “Tidak, ini buat orang lain yang lebih membutuhkan.” Contoh lain: “Mengapa aku lagi yang harus membereskan sampah yang bau dan kotor ini? Aku capek dan malas.” Menyangkal diri: Bersihkan biarpun ada rasa muak. Setiap hari kita dihadapkan dengan salib-salib besar dan kecil serta kesempatan menyangkal diri. Memikulnya bersama Yesus membuat kita dapat melakukannya dengan rela dan gembira.

Comments are closed.