4 Apr 2019

Kel. 32:7-14; Yoh. 5:31-47. Musa mencoba melunakkan hati Tuhan. Tak ada perkataan manusia yang mampu melukiskan Tuhan. Ia sering digambarkan seperti manusia, dengan perasaan-perasaan manusia. Tuhan tidak berhati keras yang perlu dilunakkan oleh Musa. Ia penuh belas kasih, tapi juga maha adil. Mereka tahu bahwa hanya Allah yang patut disembah. Namun mereka telah membuat lembu tuangan sebagai sembahan. Perilaku mereka sudah rusak karena menyimpang dari jalan Tuhan. Upah dosa, yaitu sengsara dan maut, tak dapat dielakkan lagi. Mereka telah mendatangkan itu atas diri sendiri. Musa memohonkan belas kasihan Tuhan. Biarlah belas kasih-Nya menang atas keadilan-Nya. Itu juga yang kita mohonkan dewasa ini.

Comments are closed.