13 Nov 2017

Keb 1:1-7; Luk 17:1-6. Jika saudaramu berdosa, tegurlah dia. Dan jika ia menyesal, ampunilah dia. Salah satu hobby kita adalah menggossip. Kita suka sekali membicarakan kesalahan orang lain. Tapi untuk langsung menegur orang yang bersalah, oh, tunggu dulu. Kita segan melakukannya karena takut dia menjadi marah atau tidak mau terima atau malah menjadi musuh kita. Apakah kita lalu cuek saja? Jangan. Supaya teguran kita bisa diterima, perlu pakai kata pengantar, yaitu, sebutkan dulu dua sifat baik orang itu. Lalu baru menyinggung kesalahannya. Perlu bicara dari hati. Ia harus bisa merasakan kasih dan keprihatinan kita yang hanya menginginkan kebaikannya. Juga kesediaan kita untuk memaafkan dia.

Advertisements

Comments are closed.