28 Jun 2017

Pw S. Ireneus. Kej. 15:1-12,17-18; Mat. 7:15-20. Abram percaya kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepada-nya sebagai kebenaran. Kalau Tuhan menjanjikan keturunan kepada pasangan muda, itu mudah dipercaya. Tapi Abram sudah berumur sembilan puluh sembilan tahun, dan Sarai istrinya sembilan puluh tahun. Mungkinkah mereka mendapat keturunan, apalagi sebanyak bintang di langit? Namun Abram percaya, dan karena itu ia dibenar-kan. Bagi Tuhan tak ada yang mustahil. Kita suka menilai apa saja dengan logika kita yang sempit. Baiklah kita memberi peluang kepada Tuhan untuk membuat kejutan-kejutan dalam hidup kita. Maka kita boleh mengalami bahwa mujizat-mujizat masih terjadi di hari ini.

Advertisements

Comments are closed.