16 Mei 2017

Kis.14:19-28; Yoh.14:27-31a. Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu… janganlah gelisah dan gentar hatimu. Damai dimulai dari hati pribadi orang yang menerima damai Tuhan. Hanya Dia yang mampu memberi damai sejati. Damai itu kita teruskan satu kepada yang lain dalam perayaan Ekaristi waktu “Salam Damai”. Biarlah ucapan itu benar-benar keluar dari hati, dan kita ucapkan dengan hangat sambil memandang orang kepada siapa kita menyampaikan-nya. Jangan hanya bersentuhan tangan sambil memandang ke arah lain sehingga ucapan itu hanya basa-basi dan upacara kosong. Bila diberi dengan penuh makna, kita bisa menyimpannya dalam hati dan mengamalkannya sepanjang hari dan sepanjang minggu.

Advertisements

Comments are closed.