17 Sep 2016

Sabtu. 1Kor 15:35-37,42-49; Luk 8:4-15. Benih itu ialah sabda Allah. Benih itu sangat limpah, jatuh di mana saja. Begitu juga Sabda Allah diberi kepada kita dengan limpah. Kita mendengarnya dalam perayaan Ekaristi, Ibadat Harian, saat membaca Kitab Suci, dalam percakapan, bahkan muncul di layar komputer atau HP. Apakah akan menghasilkan buah, tergantung dari cara kita mendengar. Bila mendengar atau membacanya tanpa mengerti, tanpa minat, maka Sabda itu lewat saja tanpa meninggalkan bekas. Mungkin juga ada minat dan mengerti. Tapi kita disibukkan dengan banyak masalah, kekuatiran  atau kenikmatan hidup, sehingga iman kita tetap kerdil. Sabda itu baru berbuah lebat bila disimpan dalam hati dan dilaksanakan.

Comments are closed.