3 Agt 2016

Yer 31:1-7; Mat 15:21-28. Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. Kasih manusia sering merupakan perasaan atau ucapan bibir belaka. Begitu terjadi salah faham atau perselisihan kecil saja, kasih itu bisa hilang seperti uap ditiup angin. Kalaupun ada kasih sejati, paling-paling sampai mati. Di situlah batasnya. Sulit membayangkan kasih Allah yang kekal dan kasih setia-Nya yang terus berlanjut. Iman membuat kita mampu menerimanya dan berserah kepada kasih Allah yang bisa diandalkan turun temurun melampaui kematian kita.

Comments are closed.