30 Jun 2016

Kamis. Am 7:10-17; Mat 9:1-8. Aku hanya seorang peternak dan pemungut buah ara di hutan. Amos orang Yehuda, dipanggil menjadi nabi di Israel, kerajaan Utara. Ia tidak disiapkan untuk tugas itu. Kita tak pernah akan tahu mengapa Tuhan memilih dia. Tapi ternyata Tuhan tidak salah pilih; Amos sebagai nabi tidak megecewakan. Kekhususan nabi Amos ialah soal ketidak adilan. Dengan berani ia menunjuk pada bentuk-bentuk ketidak adilan di segala lapisan masyarakat yang membawa kepada banyak dosa lain. Zaman ini pun  memerlukan banyak Amos-Amos, sebab ketidak adilan marak di segala lapisan masyarakat kita.

Comments are closed.