20 Mei 2016

Yak 5:9-12; Mrk 10:1-12. Bolehkah seorang suami mencerai-kan istrinya? Dalam praktek, Musa mengizinkannya dengan memberi surat cerai. Mengapa? Karena kedegilan hati orang Yahudi. Yesus tidak membenarkan itu. Ia kembali kepada maksud Allah mencipta-kan manusia sebagai laki-laki dan perempuan. Oleh janji pernikahan keduanya dipersatukan dengan ikatan suci yang disahkan oleh Tuhan. Maka apa yang dipersatukan Allah, janganlah diceraikan manusia. Kalau begitu, janganlah cepat-cepat memutuskan untuk nikah. Janji itu mengandung komitmen untuk setia seumur hidup: dalam suka dan duka, dalam untung dan malang, dalam sakit maupun sehat, sehidup semati. Sangat perlu suami istri setiap hari berdoa bersama.

Comments are closed.