27 Feb 2016

Mi 7:14-15,18-20; Luk 15:1-3,11-32. Engkau tidak murka selama-lamanya, melainkan berkenan pada kasih setia. Bila kita renungkan betapa banyaknya dosa dan kejahatan yang dilakukan di dunia, betapa banyak hujatan dilontarkan kepada Allah yang Tunggal dan Kudus, kita tertegun Allah masih bersabar dan belum memus-nahkan bumi ini. Betapa banyak anak bungsu yang hilang, dan tak terhitung pula anak sulung yang dekat di mata, namun jauh di hati. Allah panjang sabar. Ia menanti kedua anaknya kembali, saat si bungsu mau bangkit dan pulang kepada bapanya. Juga saat si sulung mau membuka hati bagi belaskasih bapa, menerima ampun dan rela mengampuni saudaranya untuk ikut pesta di rumah bapa.

Comments are closed.