19 Feb 2016

Jumat. Yeh 18:21-28; Mat 5:20-26. Jika orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya, berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup. Allah kita adalah Allah kehidupan. Ia ingin setiap makhluk-Nya hidup di hadap-an-Nya dan melanjutkan hidup itu dalam persatuan sempurna dengan Dia di akhirat. Dosa menjauhkan dan mengasingkan kita dari Allah. Bila tidak berpaut dengan Allah dalam hidup ini, bagaimana mungkin bersatu dengan Dia dalam hidup kekal? Tapi bagi orang yang sesat dan berdosa, selalu terbuka kemungkinan untuk kembali ke jalan yang benar. Tuhan menunggu dengan penuh sukacita pulangnya domba yang sesat. Mengapa masih takut dan bimbang?

Comments are closed.