1 Feb 2016

2Sam 15:13-14,30; 16:5-13a; Mrk 5:1-20. Biarlah ia mengu-tuk… mungkin Tuhan membalasku dengan sesuatu yang baik sebagai ganti kutuk orang itu pada hari ini. Tak terbayang pedihnya hati Daud dikhianati oleh Absalom, anaknya yang tersayang. Anak durhaka yang haus kuasa itu mau merebut takhta bapaknya. Untuk menghindari perang saudara, Daud bersama orang-orang yang setia padanya melarikan diri. Dalam keadaan itulah ia dikutuki dan dilempari batu oleh Simei dari kubu Saul, raja yang memerintah sebelum Daud. Reaksi Abisai yang ingin membela Daud dengan menghabisi nyawa Simei terasa wajar. Tetapi Daud tidak berpikir menurut ukuran manusia. Dalam suka dan duka, dalam keadaan aman dan bahaya ia mengandalkan Tuhan Allahnya. Tuhanlah pembelanya; apakah yang dapat dilakukan manusia terhadapnya? Balas dendam tak ada dalam kamusnya. “Biarlah ia mengutuki aku. Tuhan berkuasa mengubah kutuknya menjadi berkat.” Bila kita berpikir begitu, selalu akan ada damai di hati.

Comments are closed.