27 Jan 2016

2Sam 7:4-17; Mrk 4:1-20. Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku. Tentu tak ada kerajaan di bumi ini yang kokoh dan kekal untuk selamanya. Tapi dalam terang Perjanjian Baru menjadi jelas apa yang dimaksud. Yesus diakui sebagai “Anak Daud”. Di hadapan Pilatus Ia tidak menyangkal bahwa Dialah Raja, tapi kerajaan-Nya bukan dari bumi ini. Kalau begitu Kerajaan Allah tidak tunduk pada hukum kefanaan, maka bersifat kekal. Itulah yang mewarnai hidup kita: Segala yang pahit dan pedih bisa kita tanggung karena bersifat sementara saja. Sedangkan yang manis, yang indah dan membahagiakan adalah sedikit yang boleh kita cicipi sekarang dari kebahagiaan kekal yang akan datang.

Comments are closed.