21 Jan 2016

Pw S. Agnes. 1Sam 18:6-9; 19:1-7; Mrk 3:7-12. Mengapa engkau hendak berbuat dosa terhadap orang yang tidak bersalah dengan membunuh Daud tanpa alasan? Saul telah gagal sebagai pemimpin. Seandainya ia merendah dan bertobat, ia bisa tertolong. Tapi ia makin terpuruk karena terus membenarkan diri dan termakan oleh irihati kepada Daud yang lebih baik daripada dirinya. Adalah Yonatan, anak Saul, yang menyadarkan ayahnya akan niat buruknya. Berkat Yonatan, Saul mengurungkan niat jahat itu. Alangkah luhurnya hati Yonatan. Kita dipanggil untuk seperti dia menjadi pendekar keadilan, membela orang yang tak bersalah dan meluruskan pikiran orang yang mau berbuat jahat.

Comments are closed.