16 Jan 2016

1Sam 9:1-4,17-19; 10:1a; Mrk 2:13-17. Orang ini akan memegang tampuk pemerintahan atas umat-Ku. Tuhan mengabulkan permintaan umat-Nya, dan Ia sendiri yang menunjuk Saul, orang pilihan-Nya. Tuhan tidak memanggil orang yang sudah sempurna, karena memang tidak ada. Ia memanggil orang untuk menjadikannya sempurna, dengan membentuknya dari hari ke hari menjadi makin kudus. Saul mulai dengan baik, dengan rendah hati. Tapi kekuasaan adalah alat yang berbahaya di tangannya, yang membuat ia lupa bahwa ia hanya memerintah sebagai wakil Allah. Kita semua diberi kuasa tertentu, kecil atau besar. Bagaimana kita memakainya, bagi kemuliaan Allah atau untuk kepentingan diri sendiri?

Comments are closed.