12 Jan 2016

1Sam 1:9-20; Mrk 1:21b-28. Karena besarnya cemas dan sakit hati aku berbicara sekian lama. Dalam kepedihan hati dan kesendiriannya, Hana lari kepada Tuhan untuk curhat, menangis dan bermohon. Mulutnya komat-kamit meningkatkan intensitas doanya. Imam Eli yang mengamatinya, menegurnya karena menyangka ia mabuk anggur. Setelah tahu duduk perkaranya, Imam Eli penuh pengertian dan memberkati ibu yang malang itu. Kata orang, lebih gampang berdoa kalau sedang susah ketimbang kalau sedang senang. Tapi orang yang mengalami kesusahan sangat besar, bisa lari dari Tuhan karena menyangka Tuhan telah melupakannya. Tidak, Tuhan ada di pihaknya. Bantuan-Nya tak pernah datang terlambat.

Comments are closed.