16 Des 2015

Yes 45:6b-8,18,21b-25; Luk 7:19-23. Berpalinglah kepada-Ku, dan biarkanlah dirimu diselamatkan. Sebab Akulah Allah dan tiada yang lain. Alkisah, sebuah kota kena banjir. Air naik sampai ke atap rumah. Seorang laki-laki bertengger di atap sambil berdoa. Datanglah orang dengan rakit. “Mari ikut!”. Orang itu menolak. Datang lagi orang dengan perahu karet. “Mari ikut!” Ia menolak lagi karena menunggu bantuan dari Tuhan. Akhirnya karena air terus naik, ia mati tenggelam. “Ya Tuhan, mengapa Engkau tidak menjawab doaku?” keluhnya di pintu surga. “Aku sudah mengirim rakit. Lalu perahu karet. Tapi engkau terus menolak,” jawab Tuhan. Tuhan menyelamatkan kita tidak langsung, melainkan melalui sesama.

Comments are closed.