30 Nov 2015

Pesta S. Andreas. Rm 10:9-18; Mat 4:18-22. Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran dari firman Kristus. Supaya firman itu didengar, perlu diwartakan. Untuk sampai kepada sasaran, pewartaan itu harus didukung oleh kesaksian hidup. Apa gunanya bicara tentang kasih kalau hidup kita tanpa kasih? Percuma berkhotbah tentang belaskasihan, kalau kita sendiri kejam tanpa belaskasihan. Selain kesaksian hidup, para pewarta dan lektor punya kewajiban berat menyampaikan firman dengan jelas, penuh daya karena keluar dari hati yang berkobar. Setiap orang yang mendengar bacaan itu harus bisa berkata: “Setiap kata yang saya dengar menyentuh hati saya.” Maka pertama-tama harus menyentuh hati si pembaca itu sendiri.

Comments are closed.