25 Nov 2015

Dan 5:1-6,13-14,16-17,23-28; Luk 21:12-19. Tuanku tidak memuliakan Allah yang menggenggam nafas tuanku dan menentukan segala jalan tuanku. Dalam sebuah pesta pora raja Belsyazar dan para pembesarnya minum-minum dari perkakas yang dirampas dari Bait Suci di Yerusalem. Maka muncul tangan manusia menulis sesuatu di tembok. Daniel menjelaskan makna tulisan itu. Pemerintahan Besyazar akan berakhir. Ia memuliakan diri sendiri sebagai penguasa, serta menghormati dewa-dewa yang tak berdaya. Tetapi Allah yang memegang nafas hidupnya, ia lecehkan dengan menajiskan barang-barang kudus. Alangkah mudahnya manusia menjadi sombong. Ia bisa mengarungi ruang angkasa, tapi tidak berkuasa atas nafasnya sendiri.

Comments are closed.