18 Nov 2015

2Mak 7:1,20-31; Luk 19:11-28. Terimalah maut itu supaya aku mendapat kembali engkau bersama kakak-kakakmu di masa belas kasihan kelak. Tidak ada ibu yang sampai hati membiarkan anaknya mati. Kalau bisa, ia mau memberikan nyawanya ganti nyawa anaknya. Tapi ibu ini malah mendorong anaknya untuk menerima maut. Semua kakaknya sudah mati satu per satu demi iman mereka. Ibu ini percaya mati bukanlah akhir, melainkan awal hidup sejati dan kekal. Maka ia menabahkan hati anaknya untuk menerima kematian agar bisa bersatu kembali dengan kakak-kakaknya dalam hidup kekal. Anak itu tidak mengecewakan ibunya. Sejurus kemudian pahlawan iman ini bersatu dengan ketujuh anaknya dalam kebahagiaan di Rumah Bapa.

Comments are closed.