13 Nov 2015

Keb 13:1-9; Luk 17:26-37. Walaupun berhadapan dengan karya-karya-Nya, mereka tidak mengenal Senimannya. Bayangkan seorang tergila-gila dengan sebuah ukiran kayu yang indah. Ia membelinya lalu memajangnya di rumah. Ia tidak hanya mengagumi-nya, tapi juga menghormatinya bahkan memujanya sebagai dewa. Tak pernah terpikir olehnya siapa yang membuatnya, dari mana kayu itu. Apalagi memikirkan lebih jauh siapa yang menciptakan seniman itu, siapa memberi keahlian itu kepadanya, siapa menciptakan pohon dari mana kayu itu diambil. Manusia bisa picik sekali, hanya melihat dengan mata kepala apa yang ada di depannya. Perlu rahmat Tuhan yang membuka mata hati, mata iman untuk sampai kepada Pencipta.

Comments are closed.