17 Okt 2015

Pw S. Ignatius dari Antiokhia. Rm 4:13,16-18; Luk 12:8-12. Abraham adalah bapa kita semua. Kita adalah anak-anak Abraham karena mewarisi imannya, bukan kebangsaannya. Pertalian iman itu lebih kuat daripada hubungan darah. Yesus pun menyebut “saudara, saudari, ayah, ibu” semua orang yang mendengarkan sabda Allah dan melakukannya. Iman Abraham yang hidup membawanya kepada hubungan yang akrab mesra dengan Allah, sehingga dia disebut “sahabat Allah”. Allah mengutus Yesus Putra-Nya kepada kita yang menyebut kita “sahabat”. Maukah kita menerima persahabatan-Nya dan mengakui Dia di depan semua orang? Makin kita mengenal Dia, makin kita akan jatuh cinta pada-Nya dan tinggal di dalam kasih-Nya.

Comments are closed.