15 Okt 2015

Pw S. Teresia dr Avila. Rm 3:21-30; Luk 11:47-54. Manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat. Allah adalah kasih. Karena kasih, Bapa merelakan Putra-Nya menjadi manusia. Karena kasih, Yesus mengurbankan hidup-Nya bagi keselamatan kita. Kita dibenarkan Allah bila kita beriman kepada Yesus. Itu berarti mempunyai relasi pribadi, relasi persahabatan, relasi kasih dengan Yesus dan Bapa. Kasih menyatukan, memadukan. “Aku di dalam engkau, dan engkau di dalam Aku.” Maka kita memikirkan hanya apa yang Tuhan pikirkan, dan menghendaki apa yang Tuhan kehendaki. Persatuan mesra yang dimulai dan berkembang di dunia ini akan berlanjut dalam kebahagiaan kekal di akhirat.

Comments are closed.