22 Sept 2015

Ezr 6:7-8,12b,14-20; Luk 8:19-21. Bupati dan para tua-tua Yahudi boleh membangun rumah Allah itu di tempatnya yang semula. Membangun kembali rumah Allah yang dulu didirikan oleh Salomo dan diruntuhkan oleh orang Babel waktu pembuangan, mengalami banyak hambatan. Tapi akhirnya dengan campurtangan raja Persia, proyek itu bisa dimulai. Memang Allah Pencipta alam semesta tidak membutuhkan rumah. Maka dengan cermat dikatakan: “Allah membuat NAMA-Nya diam di sana”. Rumah itu menjadi lambang persatuan umat yang menyembah satu Allah. Ke sanalah mereka pergi untuk  menyerukan nama-Nya siang dan malam, mendengarkan firman-Nya dan yang paling penting, melakukannya juga.

Comments are closed.