16 Sept 2015

Pw S. Kornelius dan S. Siprianus. 1 Tim 3:14-16; Luk 7:31-35. Engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah. Tuhan tidak memanggil orang beriman untuk menghayati imannya sendiri-sendiri secara pribadi, terpisah satu dari yang lain. Kita orang beriman dicangkokkan ke dalam keluarga umat Allah. Iman kita yang bersifat apostolik berasal dari para rasul. Zaman, kebudayaan dan cara hidup manusia terus berubah, tapi kebenaran iman tidak berubah. Gereja bersifat ilahi dan manusiawi. Dari segi manusiawi ia punya borok-borok, tapi kita tetap mencintai dan menghormatinya sebagai IBU. Bukankah kita tetap mencintai Ibu kita, juga kalau ia sakit? Sebagai Ibu, Gereja menjaga anak-anaknya agar jangan sesat.

Comments are closed.