30 Agustus 2015

Minggu Biasa XXII. Ul 4:1-2.6-8; Yak 1:17-18.21b-22.27; Mat 7:1-8.14-15.21-23. Bangsa manakah mempunyai allah yang begitu dekat kepadanya seperti Tuhan Allah kita setiap kali kita berseru kepada-Nya? Kita sering bersyukur kepada Allah untuk anugerah-anugerah yang kita terima: kesembuhan, keberuntungan, luput dari bahaya, lulus ujian, dll. Mungkin tak pernah terpikir untuk bersyukur atas Allah sendiri. Bahwa Ia begitu dekat dengan kita, mendengar rintihan kita yang paling halus. Tiada yang lebih diinginkan Tuhan selain hubungan yang akrab mesra, hati kita berpaut dengan hati-Nya. Janganlah kita menjadi umat yang memuliakan Allah hanya dengan bibir, padahal hati kita jauh daripada-Nya.

Comments are closed.