20 Agustus 2015

Pw S. Bernardus. Hak 11:29-39a; Mat 22:1-14. Bapa, jika engkau telah bernazar kepada Tuhan, perbuatlah kepadaku sesuai dengan nazar yang kau ucapkan itu. Alangkah besar dan tulus kasih putri tunggal ini kepada ayahnya. Ia merelakan hidupnya supaya ayahnya bisa memenuhi nazarnya kepada Allah. Ia membenarkan ucapan Yesus bahwa tak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya bagi sahabat-sahabatnya. Tapi Allah tidak berkenan bahwa manusia dikurbankan bagi-Nya. Allah, sumber kehidupan, ingin manusia hidup penuh di hadapan-Nya. Kita memuliakan Allah dengan merelakan seluruh jiwa, raga, tenaga dan pikiran demi kebaikan dan  kekudusan bersama.

Comments are closed.