29 Juli 2015

Pw S. Marta. Kel 34:29a-35; Yoh 11:19-27 atau Luk 10:38-42. Ketika Musa turun dari gunung batu itu, kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan TUHAN. Kalau kita gembira, wajah kita berseri-seri. Ada pancaran sinar yang keluar. Sukacita yang ada dalam hati terpancar lewat wajah. Musa bisa sampai berhari-hari tinggal dalam kehadiran Tuhan di atas gunung. Ia begitu akrab dengan Tuhan sehingga tak terasa waktu berlalu. Dengan kawan akrab kita bisa berbincang-bincang selama berjam-jam dengan asyiknya. Sedangkan dengan orang yang tidak akrab, kita cepat kehabisan bahan. Yesus ingin akrab dengan kita; Ia menyebut kita sahabat. Maukan kita menanggapi tawaran-Nya?

Comments are closed.