9 Juli 2015

Kamis. Kej 44:18-21,23b-29; 45:1-5; Mat 10:7-15. Janganlah menye-sali diri karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu. Yusuf berhati jernih dan bermata bening. Ia tidak melihat segala penderitannya sebagai nasib sial yang telah menimpanya. Ia masih anak ketika dibuang dan dijual oleh saudara-saudaranya, lalu menjadi budak Potifar dan orang terpidana karena tuduhan palsu. Semua peng-alaman pahit itu tidak ia simpan pahitnya. Ia melihatnya sebagai jalan Allah untuk menyiapkan tempat bagi keluarga Yakub supaya bertahan hidup di masa kelaparan. Yusuf mengajar kita melihat pengalaman buruk dengan kacamata kasih Allah.

Comments are closed.