5 Jul 2015

Minggu Biasa XIV. Yeh 2:2-5; 2Kor 12:7-10; Mrk 6:1-6. Mereka akan mengetahui bahwa seorang nabi ada di tengah-tengah mereka. Yehezkiel diutus sebagai nabi kepada bangsa pemberontak yang tidak mau dengar. Berbicara kepada orang yang mau mendengarkan itu memberi kepuasan. Tapi coba berbicara kepada orang yang tidak mau mendengarkan, bahkan berontak melawan kita. Perutusan nabi Yehezkiel menunjukkan belas kasih Allah. Ia tidak membiarkan umat-Nya terus dalam kedegilan mereka. Allah ingin menyelamatkan, bukan membinasakan. Orang-orang sekarang ini tidak lebih baik dari di zaman Yehezkiel. Apakah kita memberi telinga kepada nabi-nabi utusan Tuhan? Bersediakan saya sendiri diutus menjadi nabi?

Comments are closed.